Perjalanan Gus Haris menuju jabatan tersebut berlangsung melalui berbagai bidang. Sebelum terjun ke pemerintahan, ia dikenal sebagai dokter, pengusaha, tokoh pesantren, pengajar, serta aktif dalam sejumlah organisasi sosial, keagamaan, ekonomi, pertanian, kepemudaan, dan olahraga.
Lahir di Genggong, Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, pada 27 September 1974, Gus Haris merupakan putra pertama KH. Damanhuri Romly dan Nyai Hj. Diana Susilowati. Ia juga merupakan keponakan KH. Moh. Hasan Mutawakkil 'Alallah, pengasuh Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong.
Tumbuh dalam Lingkungan Pesantren
Baca Juga : Dyah Kartika Permanasari, Menapak Jalan Pengabdian di Kabupaten Kendal
Masa pendidikan Gus Haris berlangsung di lingkungan pesantren. Ia bersekolah di kawasan Peterongan, Jombang, dan menjalani pendidikan di Pondok Pesantren Darul Ulum yang diasuh oleh kakeknya, KH. Romly Tamim.
Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 1 Mancar, Peterongan, Jombang. Setelah itu, ia melanjutkan ke SMP Darul Ulum 1 Peterongan dan SMA Darul Ulum 3 Peterongan. Masa pendidikan di lingkungan pesantren tersebut dijalaninya hingga menyelesaikan pendidikan menengah pada 1992.
Selepas SMA, Gus Haris melanjutkan pendidikan ke Semarang. Ia memilih bidang kedokteran dan menempuh pendidikan di Universitas Islam Sultan Agung (Unissula).
Baca Juga : MUKISI Siapkan RSI Sultan Agung Semarang sebagai Pusat Kompetensi Layanan Kesehatan SyariahKata Kunci : alumni, kampus, universitas, ika unissula, ika, unissula, universitas, islam, sultan agung



