Berbagai aktivitas tersebut berlangsung sebelum dirinya menjadi kepala daerah. Pada masa itu, Gus Haris menjalani sejumlah peran sekaligus, baik sebagai dokter, pengelola kegiatan pesantren, pengajar, pengusaha, maupun pengurus organisasi.
Keterlibatannya dalam berbagai bidang juga membuat namanya dikenal di sejumlah lingkungan masyarakat Kabupaten Probolinggo. Sehingga dipercaya menjadi Ketua Dewan Penasehat DPC Partai Gerindra Probolinggo.
Pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Probolinggo 2024, Gus Haris maju sebagai calon bupati berpasangan dengan Fahmi AHZ atau Ra Fahmi sebagai calon wakil bupati.
Baca Juga : Musyawarah Besar IKA Unissula Wilayah Sulawesi Tenggara Digelar di Kendari, Perkuat Konsolidasi dan Peran Strategis Alumni
Pasangan Gus Haris–Ra Fahmi memperoleh 492.212 suara atau 80,55 persen dari total suara sah. Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Probolinggo kemudian menetapkan keduanya sebagai Bupati dan Wakil Bupati Probolinggo terpilih pada 9 Januari 2025.
Kemenangan tersebut membawa Gus Haris ke jabatan pemerintahan daerah. Bersama Ra Fahmi, ia kemudian dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Probolinggo pada 20 Februari 2025. Sejak saat itu, Gus Haris resmi menjalankan tugas sebagai Bupati Probolinggo untuk periode 2025–2030.
Dalam perjalanan politiknya, Gus Haris membawa tagline SAE, singkatan dari Sami-sami Andandani Ekonomi. Ungkapan tersebut memiliki arti bersama-sama memperbaiki ekonomi.
Baca Juga : IKA Unissula Jajaki Kerjasama Internasional di Bangkok, Dorong Pengobatan Kanker Tanpa OperasiKata Kunci : alumni, kampus, universitas, ika unissula, ika, unissula, universitas, islam, sultan agung



