Di Unissula, Gus Haris menjalani pendidikan S1 Fakultas Kedokteran, kemudian melanjutkan Program Profesi Dokter. Setelah menyelesaikan pendidikan kedokteran, ia melanjutkan pendidikan pascasarjana dan memperoleh gelar magister di bidang kesehatan.
Pilihan untuk menekuni kedokteran kemudian membawanya menjalani profesi sebagai dokter. Setelah menyelesaikan pendidikan, Gus Haris tidak langsung kembali ke Probolinggo. Ia menetap di Semarang selama sekitar satu tahun dan membuka praktik dokter umum.
Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan profesionalnya sebelum akhirnya kembali ke Probolinggo dan menjalankan aktivitas di lingkungan pesantren serta masyarakat.
Baca Juga : Kebun Jiwa dan Sakramen Kesembuhan: Merajut Empat Pilar Kesehatan dalam Harmoni Ilahi
Sekembalinya ke Probolinggo, Gus Haris kembali aktif di lingkungan Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong. Ia dipercaya menjadi Kepala Biro Kepesantrenan dan terlibat dalam pengelolaan bidang kesehatan di lingkungan pesantren.
Aktivitasnya kemudian berkembang ke dunia pendidikan. Gus Haris tercatat pernah menjadi pengajar di Universitas Hafshawaty Zainul Hasan Genggong dan pernah menjabat sebagai Kepala SMP Zainul Hasan 1 Genggong.
Di luar lingkungan pesantren dan pendidikan, Gus Haris aktif dalam berbagai organisasi. Di bidang kesehatan, ia pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Lembaga Kesehatan PWNU Jawa Timur periode 2015–2023.
Baca Juga : Jalin Kolaborasi, Raih Prestasi: Ketua IKA Unissula DPD Sulawesi Tenggara Raih Penghargaan pada HUT ke-62 Provinsi Sulawesi TenggaraKata Kunci : alumni, kampus, universitas, ika unissula, ika, unissula, universitas, islam, sultan agung



