Ia juga tercatat sebagai penerima penghargaan Tokoh Penggerak Pesantren Ramah Lingkungan.
Penghargaan tersebut diterimanya ketika ia masih aktif dalam berbagai kegiatan sosial, kepesantrenan, ekonomi, dan organisasi di Kabupaten Probolinggo.
Dari Dokter hingga Kepala Daerah
Baca Juga : Tersisa Kuota 1.838 Jemaah, Pelunasan Biaya Haji Khusus Diperpanjang Hingga 21 Februari 2025
Perjalanan Gus Haris mencakup sejumlah bidang yang berbeda. Ia memulai pendidikan dalam lingkungan pesantren di Jombang, kemudian melanjutkan pendidikan kedokteran di Universitas Islam Sultan Agung, Semarang.
Setelah menyelesaikan pendidikan kedokteran dan menjalani praktik sebagai dokter umum di Semarang, ia kembali ke Probolinggo. Di daerah asalnya, aktivitasnya berkembang di lingkungan Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong, dunia pendidikan, organisasi kemasyarakatan, kesehatan, ekonomi, kewirausahaan, pertanian, hingga politik.
Pada saat yang sama, ia tetap dikenal sebagai bagian dari lingkungan pesantren Genggong. Selain menjalankan aktivitas organisasi, ia juga dikenal aktif berdakwah melalui musik.
Baca Juga : Pelantikan Direktur Utama Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang Masa Bakti 2025-2026Kata Kunci : alumni, kampus, universitas, ika unissula, ika, unissula, universitas, islam, sultan agung



