Pada Januari 2025, KPU Kabupaten Kendal secara resmi menetapkan Dyah Kartika Permanasari dan Benny Karnadi sebagai pasangan Bupati dan Wakil Bupati Kendal terpilih. Beberapa waktu kemudian, pada 20 Februari 2025, Dyah mulai menjalankan amanah sebagai Bupati Kendal.
Jabatan sebagai Bupati Kendal membawa perjalanan Dyah ke fase pengabdian yang berbeda. Jika sebelumnya ia berada di lembaga legislatif dengan fungsi representasi, legislasi, dan penganggaran, kini ia berada di lingkungan pemerintahan eksekutif dengan tanggung jawab yang jauh lebih luas.
Sebagai kepala daerah, ia harus berhadapan langsung dengan berbagai persoalan pembangunan dan pelayanan masyarakat, mulai dari perekonomian, pendidikan, ketenagakerjaan, pemberdayaan masyarakat, hingga penguatan berbagai sektor yang menjadi penopang kehidupan Kabupaten Kendal.
Baca Juga : PINBAS MUI Sultra Sambut Positif KUR Peternak Ayam, Dorong Ketahanan Pangan dan Ekonomi Umat
Perjalanan tersebut sekaligus memperlihatkan keterkaitan antara pendidikan dan pengalaman yang telah dijalaninya. Latar belakang pendidikan ekonomi, pengalaman profesional di bidang keuangan, keterlibatan dalam organisasi pengusaha, pengalaman legislatif, dan aktivitas organisasi kemasyarakatan merupakan bagian-bagian yang kemudian bertemu dalam tugasnya sebagai kepala daerah.
Bagi keluarga besar Universitas Islam Sultan Agung, perjalanan Dyah Kartika Permanasari memiliki arti tersendiri. Ia merupakan salah satu alumni yang membawa pengalaman dan nilai pendidikan dari kampus ke ruang pengabdian publik.
Unissula tidak hanya menjadi tempat ia memperoleh gelar sarjana, tetapi juga menjadi salah satu bagian dari perjalanan panjang yang mengantarkannya menuju berbagai tanggung jawab profesional dan politik hingga akhirnya dipercaya masyarakat sebagai Bupati Kendal.
Baca Juga : Adi Yanto Saputra Terpilih sebagai Ketua IKA Unissula Sulawesi Tenggara Periode 2026-2031Kata Kunci : Bupati Kendal Jawa Tengah, Dyah Kartika Permanasari adalah alumni Universitas Islam Sultan Agung (Unissula)



